Kamis, 02 Juli 2020

Kane and Kutsu. Chapter 1 : Pertemuan

" Ada orang mau belajar bahasa Indonesia tapi dia mau lihat CV elo dulu. Kayaknya rada rempong orangnya sih. Elo mau?" satu hari seorang teman nawarin kerjaan buatku. Oh ya, kenalkan ! Aku wanita berusia 40 an, kerja serabutan sebagai guru privat bahasa Indonesia untuk orang asing. Lumayan nyambung kalau ngomong bahasa Jepang dan lumayan masih bisa nyahutin kalau diajak ngomong bahasa Italia. Namaku..? Panggil saya aku Kane.
"Eh,mau dong! Lumayan lah buat jajan. Lagi sepi murid nih" jawabku.
Temanku memberi alamat email calon muridku itu.Begitu dapat aku langsung buka laptopku dan menulis email kepada orang itu. 
Malam harinya si murid rempong itu membalas emailku, tulisnya dalam bahasa Jepang ,"Aku sudah membaca emailmu. Bisa datang ke apartemenku lusa jam 4 sore? Aku mau tes cara mengajarmu dulu." 
 " Oke sampai lusa jam 4 sore. Tolong kasih tahu alamat dan no. Hp juga ya" balasku.

Lusa
"Sore,mba. Saya mau ketemu Mr. T di unit 03 L. Saya Kane , guru bahasa Indonesianya"
Mba mba di meja resepsionis yang lagi sibuk berdandan menatapku dengan muka bete karena cerita serunya dengan pak sekuriti terpaksa terpotong oleh ucapanku.
"Unit berapa tadi? "
" 03 L,mba. "
"Dengan siapa?"
"Saya Kane" 
"Bukan, yang di sana mister atau mistris?" 
"Mau ketemu Bapak T. Saya gurunya" 
"Dah janji sebelumnya?"
"Yaelah mba kalau dia gak nyuruh juga gw gak mau datang kalii" gumamku dalam hati
"Pastinya iya mba"
.... 
"Paak anterin mba ini nih ke lantai 03L" teriak mba resepsionis ke sekuriti yang berdiri di depan pintu kaca sambil memberi kartu akses untuk lift. 
" Lantai berapa , mba? " " 03L, Pak" Pak Sekuriti menekan tombol angka 3 di dalam lift. " Nanti keluar lift belok kiri dan belok kanan ya. Unitnya ada di ujung"

"Haaai " terdengar jawaban dari balik pintu beberapa detik sesudah aku menekan bel. Pintupun terbuka. Terlihat seorang pria berkaus putih polos, bercelana jeans.  Tingginya rata-rata tapi badannya sedikit kurus. Pria berkacamata itu tersenyum kepadaku 
" Hai, douzo- silakan masuk " ...Entah kenapa aku seperti terkesima sejenak melihat senyumnya yang dihiasi lesung pipi dan hanya membungkukkan badanku tanpa menjawabnya.

Dia menutup pintu dan sekali lagi dia pun memperkenalkan dirinya 
" Satou desu, yoroshiku - Saya Sato, salam kenal " katanya
" Hajimemashite, Kane desu " aku pun mengambil kartu nama yang diserahkan kepadaku dan duduk di sofanya. 
Lagi-lagi senyumnya  entah kenapa membuat pipiku terasa memanas.